Berjutapena.or.id, Bangkalan – Musyawarah Besar (MUBES) XI Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) resmi digelar pada Ahad (17/5/2026) di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah, Bangkalan. Forum tertinggi alumni pesantren Sukorejo tersebut mengusung tema “Sambung Juang IKSASS untuk Negeri yang Beradab dan Berperadaban.”
Suasana religius dan penuh kekhidmatan begitu terasa sejak awal kegiatan. Pembukaan diawali dengan pembacaan Aqaid Saeket dan Ratibul Haddad, dilanjutkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi bagian dari rangkaian MUBES XI IKSASS.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H., Ph.D., hadir langsung bersama jajaran pengurus pesantren, pengurus IKSASS, dan peserta musyawarah besar dari berbagai daerah.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Mars dan Hymne IKSASS oleh Paduan Suara Universitas Ibrahimy, serta penampilan lagu Satu Hati dan Sambung Juang yang dibawakan Rizha Nur Syamsa.
Dalam momentum tersebut, IKSASS bersama pengurus pesantren dan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga melaksanakan deklarasi komitmen anti narkoba. Deklarasi itu menjadi simbol penguatan moral sekaligus tanggung jawab sosial pesantren dan alumni dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkotika.
Acara pembukaan turut diisi laporan Ketua Panitia MUBES XI IKSASS, sambutan Ketua Rayon IKSASS Bangkalan selaku tuan rumah, sambutan Sekretaris Pesantren K.H. Ach. Fadlail, S.H., M.H., hingga sambutan Asisten III Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akh. Jazuli, S.H., M.Si.
Pembukaan resmi MUBES XI IKSASS ditandai dengan penabuhan gong oleh K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy sebagai simbol dimulainya forum musyawarah tertinggi organisasi alumni tersebut.
Dalam tausiyah dan irsyadatnya, Kiai Azaim mengajak seluruh peserta menjadikan MUBES sebagai ruang memperkuat perjuangan organisasi sekaligus merumuskan arah gerak terbaik bagi masa depan IKSASS.“Kita harus terus mengikhtiarkan perjuangan lahir dan batin, dengan kesungguhan jiwa dan raga demi keberlanjutan perjuangan IKSASS,” ujar Kiai Azaim.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih kepengurusan yang mampu menjaga nilai-nilai perjuangan pesantren, sekaligus membawa organisasi tetap maju dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui MUBES XI ini, IKSASS diharapkan terus menjadi wadah pengabdian alumni dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan kebangsaan, sekaligus menjaga semangat perjuangan pesantren demi terwujudnya negeri yang beradab dan berperadaban.








Leave a Reply