KAMU MATI, SAYA TAHLIL COY.

oleh : M. Akmal Marzuqin

Abuya KH Uci Thurtusi berkata  ‘’banyak orang berfikir bagaimana mencari hidup yang baik, tapi mereka lupa, bagaimana mencari  mati yang baik ‘’.

Semua yang hidup pasti akan merasakan mati, begitu bunyi Alquran surat Al imran ayat 185. Namun kemungkinan besar seseoarang tidak akan mengetahui sampai kapan ia menghirup nafas terakhirnya, kecuali di film ‘’ Aku tau kapan kamu mati ‘’.  bisa jadi sekarang sehat wal afiat namun sejam setelahnya justru sekarat hingga sakaratul maut.

Diriwayatkan bahwa nabi Isa AS dapat menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah Swt. Maka, sebagian orang kafir menentangnya. Mereka mengatakan, “Kamu hanya mampu menghidupkan orang yang baru meninggal. Mungkin saja orang itu sebenarnya belum meninggal. Jika kamu benar-benar mampu menghidupkan orang mati, maka hidupkanlah orang mati yang sudah lama meninggal.”

Nabi Isa AS menjawab, “Pilihlah siapa yang kamu kehendaki.” Mereka menjawab, “hidupkanlah Syam Ibnu Nuh.” Lalu beliau mendatangi kuburan Syam Ibnu Nuh. Beliau salat dua rakaat dan berdoa kepada Allah Swt. Maka Allah Swt pun menghidupkan syam Ibnu Nuh.

Namun rambut dan jenggotnya telah memutih. Beliau bertanya, “Kenapa rambutmu beruban? Bukankah kamu meninggal pada saat masih muda?” Syam Ibnu Nuh menjawab, “Saya mendengar seruan dan saya kira itu adalah panggilan hari kiamat. Maka tiba-tiba rambut dan jenggotku memutih, karena dahsyatnya seruan itu.”

Kemudian nabi Isa bertanya, “Sudah berapa lama kamu meninggal?” Syam Ibnu Nuh menjawab, “semenjak 4000 tahun yang lalu. Tetapi, sampai sekarang sakitnya sakaratul maut masih saya rasakan.”

Jadi bagaimana,  menyenangkan ?

Itulah salah satu sebabnya, mengapa para ulama terdahulu ketika ada seseorang yang meninggal dunia di hadiahkan tahlil. Berupaya meringkan, barangkali sang mayyit memiliki dosa yang belum termaafkan.

Namun dibalik sisi yang lain, sayup-sayp para malaikat pembawa arsy, dan kawan-kawannya  berdoa kepada Allah Swt, “ Ya Rab, Ampunilah orang-orang yang bertaubat dan perihalah mereka dari setetes siksa api neraka. (QS. Ghafir 7)

Mereka yang wafat ketika sujud, mereka yang wafat ketika berpuasa, mereka  yang wafat ketika mengaji. Apakah itu suatu kebetulan ?

Tidak. Karena manusia akan wafat, sesuai dengan kebiasaan mereka hidup.

 

 

Penulis : M Akmal Marzuqin, santri, bisa di sapa di akun instagramnya @ma.marzuqin. 🙂

 

Akmal Marzuqin
Seorang santri, salah satu pelayan di Madrastul Quran Nurul Qarnain & Anggota IPNU Asembagus Situbondo, Sedikit tampan dan bisa disapa di akun Instagramnya @ma.marzuqin