berjutapena.or.id,- PROBOLINGGO – Menutup tahun 2025 sekaligus menyambut 2026, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Tegalsiwalan mencatatkan sejarah baru dengan sukses menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) perdana. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, bertempat di Yayasan Miftahul Ulum, Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan.
Lakmud perdana ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan kaderisasi PAC IPNU IPPNU Tegalsiwalan. Tidak hanya karena menjadi yang pertama, tetapi juga karena dilaksanakan pada momentum pergantian tahun yang sarat makna refleksi dan komitmen baru.
Ketua PAC IPNU Tegalsiwalan, Ahmad Faiz, menjelaskan bahwa Lakmud ini digelar sebagai kebutuhan strategis organisasi untuk menyiapkan kader penggerak di tingkat kecamatan. Tema “Membentuk Kader yang Melampaui Batas dengan Peradaban Zaman” dipilih sebagai penegasan arah gerak kader muda ke depan.
Menurutnya, kader IPNU–IPPNU dituntut mampu membaca perkembangan zaman tanpa tercerabut dari akar nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. “Kami ingin melahirkan kader yang adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap kokoh dalam prinsip ke-NU-an,” ujarnya.
Pelaksanaan Lakmud ini mendapat dukungan penuh dari MWCNU Tegalsiwalan, seluruh Badan Otonom NU setempat, serta Tim Instruktur Pelatih dari PC IPNU Kabupaten Probolinggo. Sinergi tersebut menjadi penopang utama terselenggaranya kaderisasi tingkat lanjut ini.
Dari sisi materi, Lakmud Tegalsiwalan menghadirkan pemateri dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi hingga tokoh masyarakat. Di antaranya Rektor dan dosen Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Wakil Ketua STIH Zainul Hasan Kraksaan, Ketua MUI Kota Probolinggo, hingga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Kehadiran para narasumber tersebut memperkaya perspektif peserta dalam memahami peran kader NU di ranah keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Momentum paling berkesan terjadi pada malam pergantian tahun. Saat sebagian masyarakat merayakan datangnya tahun baru, para peserta Lakmud justru mengikuti prosesi baiat kader muda. Bagi panitia, momen tersebut dipilih untuk menanamkan memori kolektif sekaligus tanggung jawab moral sebagai kader IPNU–IPPNU.
“Kami ingin para peserta mengingat bahwa di akhir tahun mereka mengikatkan diri sebagai kader muda NU. Saat dunia merayakan tahun baru, mereka merayakan komitmen baru untuk berkhidmat,” ungkap Ahmad Faiz.
Melalui Lakmud perdana ini, PAC IPNU–IPPNU Tegalsiwalan berharap lahir kader-kader progresif yang siap menghadapi tantangan global, namun tetap berakar kuat pada nilai kesantrian dan tradisi ke-NU-an. Lakmud ini sekaligus menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar agenda formal, melainkan proses ideologis dan kultural yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
Pewarta: Nurul Ilmiah
Penulis: Agus Budi Cahyono









Leave a Reply