berjutapena.or.id, – Asembagus – PAC IPNU IPPNU Asembagus kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi pelajar melalui kegiatan edukatif di bulan suci Ramadhan. Pada Kamis, 26 Februari 2026, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama tingkat kecamatan ini dipercaya oleh SMPN 2 Asembagus untuk mengisi materi dalam kegiatan Pondok Ramadhan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kamis, (08/02/2025)
Dua pengurus yang ditugaskan sebagai pemateri adalah Rekanita Lailatus Sa’idah dengan materi Public Speaking dan Rekanita Sintia Hafsah Cahyaningrat dengan materi Fiqh Haid.
Kerja sama ini bukan yang pertama bagi PAC IPNU IPPNU Asembagus. Sebelumnya, organisasi ini telah beberapa kali berkolaborasi dengan sejumlah sekolah di wilayah sekitar dalam kegiatan penambahan wawasan pelajar.
Ketika SMPN 2 Asembagus berencana menyelenggarakan Pondok Ramadhan, pihak sekolah mencari mitra yang memahami dunia remaja serta mampu memberikan materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif.
Karena rekam jejak tersebut, pihak sekolah kemudian menghubungi PAC IPNU IPPNU Asembagus dan mengusulkan kerja sama.
“Alhamdulillah, dari sana saya dipercaya oleh PAC IPNU IPPNU Asembagus untuk menjadi gerbang awal SMPN 2 Asembagus mengenal dan bekerja sama dengan PAC IPNU IPPNU Asembagus, sekaligus dipercaya mengisi materi public speaking di sekolah tersebut,” ungkap Rekanita Lailatus Sa’idah.
Dalam mempersiapkan materi, Lailatus mengaku hal pertama yang ia pikirkan adalah bagaimana membuat sesi tidak membosankan bagi pelajar SMP.
“Yang pertama saya pikirkan adalah bagaimana cara membuat materi tidak membosankan. Saya langsung merencanakan metode yang lebih interaktif, seperti permainan peran atau latihan berbicara di depan kelas dengan topik yang mereka suka, misalnya tentang hobi, musik, atau cerita menarik,” jelasnya.
Ia juga menyusun materi dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami, tanpa istilah teknis yang rumit. Contoh kasus yang digunakan pun dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti berbicara saat presentasi tugas kelompok atau ketika menjadi ketua kelas.
“Tujuan utama adalah membuat mereka merasa nyaman dan tidak takut untuk berbicara,” tambahnya.
Menurutnya, membangun keberanian berbicara sejak usia pelajar sangat penting karena masa remaja adalah fase pembentukan identitas dan cara berkomunikasi.
“Kalau keberanian berbicara sudah dibangun sejak dini, mereka akan lebih percaya diri menghadapi berbagai situasi di masa depan – mulai dari lomba, mencari kerja, hingga menjadi pemimpin. Kemampuan berbicara yang baik juga membantu mereka menyampaikan ide dengan jelas dan tidak mudah merasa minder,” tegasnya.
Sebagai organisasi pelajar, PAC IPNU IPPNU Asembagus melihat hal ini sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tangguh dan berkualitas.
Sementara itu, Rekanita Sintia Hafsah Cahyaningrat menyampaikan materi fiqh haid dengan pendekatan biologis, keagamaan, serta psikologis dan sosial.
“Respons pertama saya tentu merasa bersyukur sekaligus menyadari bahwa ini adalah amanah besar. Tidak semua ruang pendidikan formal memberikan kepercayaan kepada organisasi pelajar seperti IPPNU untuk membahas isu yang cukup sensitif,” ujarnya.
Ia menilai momentum Pondok Ramadhan sangat relevan untuk membahas fiqh haid karena berkaitan langsung dengan praktik ibadah seperti shalat dan puasa.
Dalam penyampaiannya, Sintia membangun suasana aman (psychological safety) agar siswi tidak merasa malu atau dihakimi.
“Ini bukan membicarakan hal tabu, tetapi membicarakan ilmu yang memang perlu diketahui,” jelasnya.
Ia menutup dengan pesan kuat kepada para pelajar putri: “Kenali tubuhmu, pahami agamamu, dan jangan pernah merasa malu dengan kodratmu sebagai perempuan.”
Lailatus berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan Pondok Ramadhan saja. “Saya berharap kerja sama ini bisa diperluas ke pelatihan lain seperti manajemen waktu, kepemimpinan, atau kegiatan kreatif seperti menulis dan fotografi. Bahkan mungkin anggota PAC IPNU IPPNU Asembagus bisa menjadi pembimbing atau teman sebaya bagi siswa yang membutuhkan dukungan,” ungkapnya.
Ia juga membuka peluang bagi siswa-siswi SMPN 2 Asembagus untuk bergabung dan berproses bersama IPNU IPPNU.
“Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak, terutama untuk perkembangan PAC IPNU IPPNU Asembagus,” pungkasnya.








Leave a Reply