IPNU-IPPNU Situbondo Gelar Aksi Online dan Doa Bersama, Kecam Tindakan Represif Aparat

Berjutapena.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Situbondo menginstruksikan seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan untuk menggelar aksi solidaritas secara online dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, pada Sabtu (30/08/2025).

Instruksi tersebut disampaikan sebagai respon atas situasi nasional yang sedang bergejolak, pasca insiden tragis penabrakan seorang pengemudi ojek online oleh oknum kepolisian ketika berlangsungnya demonstrasi di Jakarta pada 26 Agustus 2025. Peristiwa tersebut menuai kecaman luas dari masyarakat karena dianggap sebagai tindakan represif yang tidak mencerminkan semangat penegakan hukum yang humanis.

Dalam pernyataan resminya, PC IPNU-IPPNU Situbondo menegaskan bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap bentuk pengawalan dan penegakan hukum. “Kami mengutuk keras tindakan represif yang merenggut nyawa rakyat kecil. Aparat penegak hukum seharusnya hadir sebagai pelindung, bukan justru menjadi pihak yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat,” demikian salah satu poin pernyataan sikap yang dikeluarkan.

Selain mengutuk tindakan aparat, PC IPNU-IPPNU Situbondo juga mendorong agar Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan aksi massa. Menurut mereka, Indonesia sebagai negara hukum harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, menghormati hak asasi manusia, serta menjamin keamanan warga dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

Aksi yang digelar IPNU-IPPNU Situbondo kali ini dilakukan secara berbeda, yakni melalui media sosial dan ruang digital. Setiap kader diinstruksikan untuk menyuarakan aspirasi, menyebarkan seruan damai, serta menuliskan doa untuk keselamatan bangsa melalui platform online. Hal ini dipandang sebagai langkah strategis agar suara pelajar tetap tersampaikan tanpa harus terjun langsung ke jalanan, sekaligus menghindari potensi gesekan dengan aparat.

Selain itu, doa bersama juga digelar di berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR), hingga Pimpinan Komisariat (PK) se-Kabupaten Situbondo. Doa bersama ini dimaksudkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan, kekerasan, dan senantiasa diberi kedamaian.

Ketua PC IPNU-IPPNU Situbondo menyampaikan bahwa pelajar Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan bangsa. “Sebagai generasi muda, kita tidak boleh tinggal diam ketika melihat adanya ketidakadilan. Namun, perjuangan kita harus tetap mengedepankan cara-cara damai, santun, dan beradab. Dengan doa bersama dan aksi online ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelajar juga mampu berkontribusi untuk negeri,” ujarnya.

Instruksi tersebut disambut antusias oleh seluruh pengurus di tingkat bawah. Sejumlah PAC dan PR bahkan telah menyiapkan agenda khusus untuk mengajak kadernya menggelar doa bersama di pesantren, musholla, maupun sekolah-sekolah berbasis NU.

Dengan adanya aksi online dan doa bersama ini, IPNU-IPPNU Situbondo berharap pesan damai sekaligus kritik konstruktif dapat sampai kepada pihak kepolisian, serta menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa keadilan dan kemanusiaan adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.