LATIN LATPEL 2026 Situbondo Cetak Kader IPPNU Adaptif Digital dan Berbasis Ideologi Aswaja

Berjutapena.or.id, Situbondo – Latihan Instruktur (LATIN) Latihan Pelatih (LATPEL) 2026 Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Situbondo resmi dibuka di SMK Ibrahimy 2 Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Ahad (15/02/2026). Mengusung tema “Inkubasi Arsitek Kaderisasi Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang strategis mencetak kader pelajar NU yang adaptif terhadap perkembangan digital tanpa kehilangan akar ideologinya.

Pembukaan dihadiri Ahmad Muhsin dari Majelis Alumni IPNU Situbondo, serta KH. Muhyiddin Khotib selaku Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama Cabang Situbondo. Turut hadir Muhammad Taufiqurrahman dan Ustadz Junaidi mewakili pihak sekolah.

Peserta tidak hanya berasal dari Situbondo. Kader IPNU-IPPNU hadir dari Banyuwangi, Madura, Surabaya, Ngawi, hingga Gresik. Kehadiran lintas daerah ini menunjukkan bahwa kaderisasi pelajar NU semakin terbuka dan progresif dalam membangun jejaring.

Ketua PC IPPNU Situbondo, Rekanita Hanik, menegaskan bahwa kaderisasi hari ini harus mampu menjawab tantangan zaman digital tanpa tercerabut dari nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Menurutnya, perempuan IPPNU harus tampil sebagai figur yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, kuat secara ideologis, serta adaptif dalam memanfaatkan teknologi.

“Melalui LATIN dan LATPEL, kami ingin membekali kader dengan literasi digital yang kritis, kemampuan komunikasi publik, serta penguatan Aswaja. Kader tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi penggerak kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kaderisasi tidak boleh berhenti pada seremoni pelatihan. LATIN dan LATPEL merupakan pintu masuk dari proses panjang yang berkelanjutan. Karena itu, PC IPPNU Situbondo menyiapkan pendampingan pasca pelatihan, forum tindak lanjut, serta monitoring yang terstruktur agar kader tetap tumbuh dalam ekosistem organisasi.

“Kader bertahan bukan karena aturan, tetapi karena rasa memiliki. Kami ingin membangun budaya saling merangkul agar kader tetap aktif dan produktif,” tambahnya.

Lebih jauh, semangat inkubasi dalam tema kegiatan dimaknai sebagai proses pembentukan karakter kader yang matang secara bertahap. Bukan hanya siap tampil di ruang publik, tetapi juga kokoh dalam prinsip dan konsisten dalam pengabdian.

Di akhir kegiatan, Rekanita Hanik mengajak seluruh peserta untuk tidak ragu berproses. Ia menekankan bahwa menjadi kader bukan tentang atribut, melainkan tentang kesiapan memberi manfaat.

“Jangan merasa kecil karena masih belajar. Perempuan hebat ditempa oleh konsistensi dan komitmen,” pungkasnya.

LATIN LATPEL 2026 menjadi penanda bahwa kaderisasi IPPNU Situbondo diarahkan pada generasi perempuan pelajar yang santun, progresif, dan berdampak — hadir di ruang digital dengan nilai, serta bergerak di ruang sosial dengan ideologi yang kokoh.