Dari Kegelisahan Lingkungan, Situbondo Bookparty Gaungkan Ngaji Lingkungan

berjutapena.or.id,- Situbondo — Lingkungan sering kali baru dibicarakan ketika kerusakan telah terlihat nyata. Sampah yang menumpuk, ruang hijau yang menyusut, hingga pesisir yang kian rentan kerap hadir sebagai keluhan, namun jarang menjadi ruang dialog bersama. Di tengah kondisi tersebut, kesadaran untuk merawat lingkungan sebagai tanggung jawab kolektif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Berangkat dari kegelisahan itu, Situbondo Bookparty menggagas kegiatan bertajuk Ngaji Lingkungan: Gotong Royong Membangun Tanah Surga. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, di Pendopo Murtajaya, Situbondo, sebagai ruang diskusi dan pembelajaran bersama lintas peran.

Ngaji Lingkungan diposisikan bukan sekadar forum diskusi tematik, melainkan ruang temu nilai, pengetahuan, dan pengalaman. Tokoh agama, akademisi, pegiat lingkungan, relawan, komunitas, hingga perwakilan pemerintah dijadwalkan terlibat dalam dialog yang menempatkan gotong royong sebagai fondasi utama gerakan sosial-ekologis.

Sejumlah isu lingkungan lokal akan menjadi fokus pembahasan, di antaranya persoalan pengelolaan sampah dan pencemaran lingkungan, alih fungsi ruang hijau, serta tantangan keberlanjutan kawasan pesisir. Isu-isu tersebut dipandang tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan kebiasaan sosial, praktik ekonomi, serta cara pandang masyarakat dalam memaknai lingkungan sebagai ruang hidup bersama.

Situbondo Bookparty menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai ruang saling menyalahkan atau tempat menawarkan solusi instan. Diskusi diarahkan untuk membangun pemahaman bersama atas realitas lingkungan Situbondo, mengidentifikasi tantangan struktural dan kultural, serta mendorong lahirnya komitmen yang realistis dan dapat dijalankan secara kolaboratif.

Melalui pendekatan literasi dan dialog, Ngaji Lingkungan diharapkan dapat membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas. Merawat lingkungan dipahami sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, konsistensi, dan keterlibatan banyak pihak, bukan sekadar gerakan sesaat.

Dengan mengusung tema Gotong Royong Membangun Tanah Surga, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Situbondo. Dari ruang diskusi menuju kesadaran kolektif, Ngaji Lingkungan diharapkan menjadi langkah awal memperkuat gerakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk Situbondo Naik Kelas.

Muhammad Robet Asraria Soma
Santri Tulen