Menembus Hibah hingga Scopus: LPTNU Kencong dan LPTNU Jatim Bangun Semangat Riset Dosen NU di STAI RAYA Jember

Berjutapena.or.id — Upaya membangun tradisi akademik yang kuat di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama terus digerakkan. LPTNU Kencong bersama LPTNU Jawa Timur menggelar Workshop Litapdimas di Aula (STAI RAYA) Jember, Sabtu (23/05/2026), sebagai langkah konkret memperkuat kualitas penelitian, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah dosen.

Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas akademik bagi para dosen perguruan tinggi NU di wilayah Kencong. Tidak sekadar membahas teknis proposal, workshop ini juga menghadirkan semangat baru tentang pentingnya riset yang berdampak dan publikasi yang berdaya saing global.

Hadir sebagai pemateri pertama, . Dalam pemaparannya, ia menyoroti arah kebijakan Litapdimas Kemenag dalam dua tahun terakhir sekaligus mengingatkan pentingnya membaca tema prioritas kementerian setiap pergantian tahun.

Menurutnya, proposal yang kuat bukan hanya rapi secara metodologis, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan akademik nasional.

Sesi berikutnya diisi oleh yang dikenal aktif dalam publikasi akademik nasional maupun internasional. Ia membedah strategi menulis manuskrip ilmiah bereputasi, mulai dari pemilihan jurnal yang tepat, penguatan kualitas artikel, hingga membangun jejaring kolaborasi riset lintas kampus dan lintas negara.

“Publikasi ilmiah bukan hanya soal memenuhi kewajiban dosen, tetapi bagian dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan ilmu yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ketua STAI RAYA Jember yang juga Ketua LPTNU Cabang Kencong menegaskan bahwa Litapdimas harus dipandang sebagai energi penggerak ekosistem akademik di perguruan tinggi NU.

“Kami ingin dosen-dosen di lingkungan LPTNU Kencong tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga produktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, , berharap workshop tersebut mampu melahirkan kultur akademik yang lebih progresif di kalangan dosen.

“Harapannya, para dosen semakin semangat menghasilkan karya ilmiah bertaraf Sinta maupun Scopus, bahkan mampu menjalin kolaborasi internasional,” katanya.

Melalui kegiatan ini, LPTNU Kencong menargetkan peningkatan jumlah publikasi dosen di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, sekaligus memperbesar peluang lolos hibah Litapdimas tahun 2027.

Di tengah kompetisi akademik yang semakin ketat, workshop ini menjadi penegas bahwa perguruan tinggi NU terus bergerak membangun tradisi intelektual yang adaptif, produktif, dan tetap berakar pada nilai pengabdian serta keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. (Wil)